Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”
(QS Al-Qashash [28]: 56)

Kita dapat berjalan mantap di bawah cahaya yang terang-benderang, sementara ada saudara kita yang tertatih meraba dalam kegelapan.

Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini.
Tahu ini haq, itu batil…
Ini tauhid, itu syirik…
Ini sunnah, itu bid’ah…
Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang batil.

Sementara ada saudara kita yg tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat, atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al-haq, malah ia gampang berbuat kebatilan.

Apa namanya semua yang kita miliki ini, wahai saudaraku, kalau bukan anugerah terbesar, nikmat yang tiada ternilai…?
Inilah hidayah dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada jalan-Nya yang lurus.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“….. Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
(Al-Baqarah: 213)

Semoga Hidayah Allah selalu menyertai kita dan orang-orang yang beriman yang menginginkan kehidupan dan kebahagian dunia dan akherat. Amiin…

Advertisements